Momentum Besar bagi Industri Makanan Olahan Indonesia
Industri makanan olahan Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Pada awal Desember 2024, Menteri Perdagangan Budi Santoso secara resmi melepas ekspor produk makanan olahan milik PT Sekar Laut Tbk, perusahaan asal Sidoarjo, Jawa Timur yang dikenal luas melalui merek FINNA.
Ekspor ini meliputi berbagai produk khas Indonesia, terutama kerupuk dan sambal udang, yang dikirim ke pasar Amerika Serikat dan Belanda. Total nilai ekspor mencapai Rp72 miliar dengan volume 14 kontainer. Momentum ini menjadi simbol keberhasilan UMKM dan industri makanan olahan tanah air dalam menembus pasar global yang semakin kompetitif.
Rangkaian Produk yang Diekspor

Produk ekspor yang dilepas bukan hanya sekadar makanan ringan, tetapi merupakan representasi budaya kuliner Indonesia. Kerupuk udang dan sambal uleg—dua ikon kuliner Nusantara—menjadi produk utama yang diangkut dalam kontainer ekspor tersebut.
Selain itu, PT Sekar Laut juga mengirimkan berbagai produk makanan olahan lainnya yang dikembangkan melalui inovasi teknologi pangan. Hal ini menunjukkan bahwa industri lokal mampu beradaptasi dengan standar internasional, baik dari sisi rasa, higienitas, maupun pengemasan.
Dukungan Pemerintah dalam Meningkatkan Ekspor
Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam sambutannya menegaskan bahwa pelepasan ekspor ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas. Ia menekankan bahwa dua faktor kunci agar produk Indonesia bisa bertahan di pasar global adalah inovasi dan adaptasi.
“Inovasi produk dan kemampuan beradaptasi dengan tren pasar global adalah kunci agar UMKM kita terus naik kelas. PT Sekar Laut telah membuktikan hal ini dengan menghadirkan produk yang bukan hanya lezat, tapi juga memenuhi standar internasional,” ujar Budi.
PT Sekar Laut: Dari Lokal ke Global

Sebagai salah satu produsen makanan olahan terbesar di Indonesia, PT Sekar Laut memiliki perjalanan panjang dalam membawa produk kuliner khas Indonesia ke luar negeri. Sejak berdiri, perusahaan ini konsisten mengembangkan produk dengan cita rasa otentik yang bisa diterima pasar global.
Brand FINNA, misalnya, kini menjadi nama yang dikenal tidak hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara. Produk andalannya seperti sambal uleg, sambal terasi, dan aneka kerupuk telah masuk ke berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Amerika.
Dengan ekspor kali ini, Sekar Laut semakin mempertegas posisinya sebagai pelaku industri makanan olahan yang tidak hanya berorientasi pada pasar domestik tetapi juga berkomitmen memperluas pangsa di pasar internasional.
Tantangan dan Strategi
Menembus pasar global tentu bukan perkara mudah. Produk makanan olahan harus melalui serangkaian standar ketat, mulai dari sertifikasi keamanan pangan, izin edar, hingga regulasi labeling. Pasar Amerika dan Eropa dikenal dengan standar tinggi dalam hal keamanan pangan.
Namun, PT Sekar Laut berhasil menghadapinya melalui strategi yang jelas:
- Peningkatan kualitas produksi melalui standar internasional (HACCP, ISO, dan lain-lain).
- Inovasi produk dengan menyesuaikan cita rasa lokal dan global.
- Desain kemasan modern yang menarik sekaligus menjaga keaslian budaya Indonesia.
- Kolaborasi dengan pemerintah dalam hal fasilitasi promosi dan pembukaan akses pasar.
Nilai Ekonomi dan Dampak Sosial

Ekspor senilai Rp72 miliar ini tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada masyarakat luas. Rantai pasok PT Sekar Laut melibatkan ribuan petani dan nelayan lokal, terutama sebagai pemasok udang, cabai, dan bahan baku utama lainnya.
Dengan meningkatnya permintaan ekspor, otomatis terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja dan pendapatan bagi masyarakat lokal. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor riil.
Pesan Mendag untuk UMKM
Dalam kesempatan ini, Mendag Budi juga memberikan pesan kepada para pelaku UMKM di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pasar global terbuka lebar, namun hanya bisa dimasuki oleh mereka yang berani berinovasi dan siap beradaptasi.
“Inovasi tidak hanya soal produk, tapi juga cara pemasaran, branding, dan pengemasan. Sedangkan adaptasi berarti memahami kebutuhan konsumen global, termasuk tren gaya hidup sehat dan keberlanjutan,” jelasnya.
Pesan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi UMKM lain untuk menembus pasar ekspor, mengikuti jejak sukses PT Sekar Laut.
Ekspor Non-Migas Sebagai Penopang Ekonomi
Ekspor makanan olahan merupakan bagian dari upaya diversifikasi ekspor non-migas Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor makanan dan minuman olahan menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Menurut data Kemendag, nilai ekspor produk makanan olahan Indonesia terus meningkat, bahkan menjadi salah satu kontributor utama dalam neraca perdagangan non-migas. Produk berbasis kuliner tradisional seperti kerupuk, sambal, kopi, dan rempah-rempah terbukti diminati pasar luar negeri.
Keberhasilan PT Sekar Laut menembus pasar Amerika dan Belanda memperkuat optimisme bahwa produk lokal Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Pelepasan ekspor ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah berperan dalam memberikan fasilitasi, diplomasi perdagangan, dan pembukaan akses pasar. Sementara itu, perusahaan bertugas menjaga kualitas produk, melakukan inovasi, dan memastikan kontinuitas produksi.
Sinergi semacam ini diharapkan bisa terus diperluas sehingga semakin banyak UMKM dan perusahaan Indonesia yang bisa menembus pasar internasional.
Harapan ke Depan
Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi produk khas Indonesia yang bisa dinikmati masyarakat dunia. Kerupuk, sambal, hingga aneka olahan makanan tradisional berpotensi menjadi ikon kuliner global yang memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.
PT Sekar Laut sendiri menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Dengan dukungan pemerintah, mereka optimistis bisa menembus lebih banyak negara di masa mendatang.
Penutup
Pelepasan ekspor produk makanan olahan PT Sekar Laut oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso bukan hanya tentang nilai Rp72 miliar, tetapi juga tentang semangat, inovasi, dan adaptasi. Peristiwa ini menunjukkan bahwa produk kuliner Indonesia mampu bersaing di pasar global, sekaligus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM dan industri makanan olahan lainnya untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan berani bermimpi besar: membawa cita rasa Indonesia ke seluruh dunia.
Press Release :
- Kemendag – Pelepasan Ekspor Produk Makanan Olahan PT Sekar Laut
- Detik – Mendag Lepas 14 Kontainer Ekspor Kerupuk & Sambal
- Kompas – Lepas Ekspor Rp72 Miliar, Mendag Budi Tekankan Inovasi
- RRI – Mendag Melepas Ekspor Kerupuk & Sambal Udang Khas Sidoarjo
- Kemendag – Siaran Pers Ekspor Rp72 Miliar
- SuryaKabar – Mendag Lepas Ekspor Produk Sekar Laut
- Liputan6 – Mendag Budi Lepas Ekspor Rp72 Miliar
- Kompas Money – Ekspor Kerupuk, Sambal, hingga Sepeda Listrik










